Materi Ajar: Struktur Dinding Sel Bakteri Gram Positif vs Negatif dan Implikasi Klinis
A. Pengantar Arsitektur Sel Prokariotik
Bakteri adalah organisme prokariotik uniseluler yang memiliki sistem perlindungan mekanis dan osmotik yang sangat maju untuk bertahan hidup di lingkungan ekstrem. Struktur pertahanan utama ini adalah dinding sel. Tanpa dinding sel yang stabil, tekanan turgor internal bakteri yang berkisar antara $5 \text{ hingga } 20 \text{ atm}$ akan menyebabkan sel mengalami lisis osmotik (pecah) seketika dalam lingkungan hipotonis.
📌 Peptidoglikan (Murein): Jaring Pengaman Seluler
Komponen makromolekul universal penyusun dinding sel bakteri adalah peptidoglikan. Peptidoglikan merupakan polimer hibrida karbohidrat-protein yang tersusun dari rantai polisakarida berulang berupa N-asetilglukosamin (NAG) dan asam N-asetilmuramat (NAM) yang saling berikatan silang silang secara kovalen melalui rantai peptida pendek (oligopeptida).
B. Dikotomi Dinding Sel: Klasifikasi Gram-Positif vs Gram-Negatif
Pada tahun 1884, seorang ahli patologi asal Denmark bernama Hans Christian Gram menemukan metode pewarnaan histologis yang membagi dunia bakteri menjadi dua kelompok raksasa berdasarkan perbedaan kimiawi dan fisik dinding sel mereka.
1. Bakteri Gram-Positif (Gram-Positive Bacteria)
Dinding sel bakteri Gram-positif memiliki struktur yang relatif sederhana namun sangat tebal ($\approx 20 - 80 \text{ nm}$). Sekitar $90\%$ dari berat kering dinding sel ini tersusun atas berlapis-lapis peptidoglikan padat.
- Asam Teikoat dan Asam Lipoteikoat: Merupakan polimer gliserol fosfat bermuatan negatif yang menembus lapisan peptidoglikan. Asam lipoteikoat menambatkan dinding sel ke membran plasma, berfungsi dalam transportasi ion logam positif ($Mg^{2+}$), adhesi seluler ke inang, serta pengenalan imunogenik.
- Sifat Fisik: Kaku, kurang elastis, sangat berpori sehingga zat-zat hidrofilik berukuran kecil mudah melewatinya.
2. Bakteri Gram-Negatif (Gram-Negative Bacteria)
Dinding sel bakteri Gram-negatif jauh lebih tipis ($\approx 10 - 15 \text{ nm}$), namun memiliki struktur berlapis kompleks yang asimetris.
- Peptidoglikan Tipis: Hanya menyusun sekitar $10\%$ dari berat dinding sel dan terletak di dalam ruang berisi cairan yang disebut periplasma (ruang periplasmid).
- Membran Luar (Outer Membrane): Lembaran lipid ganda khas di luar peptidoglikan. Membran luar bagian dalam tersusun atas fosfolipid biasa, sedangkan bagian luar tersusun atas molekul khusus bernama Lipopolisakarida (LPS).
- Lipopolisakarida (LPS): Tersusun atas Lipid A (bersifat toksik/endotoksin), Core Polysaccharide, dan O-Antigen (penentu varian regangan bakteri oleh sistem imun).
- Protein Porin: Saluran protein transmembran khusus pada membran luar yang mengatur lalu lintas masuknya molekul hidrofilik berukuran medium secara selektif, sekaligus menjadi tameng pelindung dari masuknya zat kimia toksik (termasuk desinfektan dan beberapa jenis antibiotik).